Postingan

Menampilkan postingan dengan label AKIDAH

DIMANA ALLAH ?

Barangkali ada yang bertanya, di mana Allah? Allah di atas sana, di atas langit, di atas seluruh makhluk-Nya. Jawaban di atas menjadi kata sepakat ulama. Para ulama telah sepakat bahwa Allah menetap tinggi di atas ‘Arsy-Nya. Allah berada di ketinggian di atas langit sana, bukan berada di muka bumi. Allah berada di atas seluruh makhluk-Nya, bukan di mana-mana. Berikut kami buktikan keyakinan di atas berdasarkan kata sepakat para ulama. 1- Kata Ijma’ Ulama ‘Abdurrahman bin Abi Hatim berkata, ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata aku diceritakan dari Sa’id bin ‘Amir Adh Dhuba’i bahwa ia berbicara mengenai Jahmiyah. Beliau berkata, الجهمية فقال هم شر قولا من اليهود والنصارى قد إجتمع اليهود والنصارى وأهل الأديان مع المسلمين على أن الله عزوجل على العرش وقالوا هم ليس على شيء “Jahmiyah lebih jelek dari Yahudi dan Nashrani. Telah diketahui bahwa Yahudi dan Nashrani serta agama lainnya bersama kaum muslimin bersepakat bahwa Allah ‘azza wa jalla menetap tinggi di atas ‘Ars...

SUMBER RUJUKAN DALAM MENAFSIRKAN DAN MEMAHAMI AL-QURAN (Bagian 2)

Rujukan Kedua: Sabda Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  (As-Sunnah) Al-Qur`an Al-Karim ditafsirkan dengan Sabda Rasulullah  shallallahu alaihi wa sallam  (As-Sunnah), karena Rasulullah  shallallahu alaihi wa sallam  adalah utusan Allah Ta’ala yang menyampaikan firman Allah Ta’ala kepada umatnya, sehingga beliaulah manusia yang paling mengetahui tentang maksud Allah Ta’ala dalam firman-Nya. Beberapa Contoh Penafsiran Al-Qur`an dengan Sabda Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , di antaranya: Firman Allah Ta’ala لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ “ Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan  tambahannya . Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya”  (QS.Yunus : 26). Rasulullah  shallal...

SUMBER RUJUKAN DALAM MEMAHAMI AL-QURAN (Bagian 1)

Kewajiban Seorang Muslim dalam Menafsirkan Al-Qur`an Al-Karim Kewajiban seorang muslim dalam menafsirkan Al-Qur`an Al-Karim adalah memposisikan dirinya sebagai penyampai maksud Allah Ta’ala, ia bersaksi atas maksud Allah Ta’ala dalam firman-Nya, sehingga ia mengagungkan persaksian dirinya tersebut. Iapun wajib takut akan terjatuh kedalam kesalahan berupa mengatakan tentang Allah Ta’ala tanpa ilmu, sehingga iapun terjatuh kedalam perkara yang diharamkan oleh Allah Ta’ala. Allah Ta’ala mengharamkan sikap berbicara tentang Allah Ta’ala tanpa ilmu dalam firmannya berikut. قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ “ Katakanlah: ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamka...